Penyebab Kanker Usus dan Pengobatannya dengan Herbal Sarang Semut Asli

Mengetahui Informasi Kanker Usus sejak dini adalah hal yang baik karena kita dapat mengerti apa saja gejala dan penyebabnya serta obat yang cocok untuk kaker usus. Seperti yang sering kita dengar bahwa kanker itu tidak hanya kanker hati, kanker prostat, kanker darah, kanker serviks, kanker payudara dan kanker otak namun pada artikel kali ini kita akan membahas Kanker Usus, Ada begitu banyak jenis kanker yang dialami manusia di era modern saat ini. Tak jarang, kanker juga dikarenakan oleh riwayat keluarga yang dulunya juga terkena jenis penyakit yang sama. Agar Anda bisa lebih waspada.

obat herbal kanker usus

Informasi Kanker Usus

Kanker usus (besar rectum) atau sering disebut kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker yang terjadi pada jaringan kolon/usus besar atau rektum. Untuk dapat lebih memahami mengenai kanker ini, mari kita pelajari sistem pencernaan manusia normal. Sistem Pencernaan Manusia Kanker kolon dan dubur dimulai dalam sistem pencernaan, juga disebut GI (gastrointestinal) sistem

Sistem pencernaan memproses makanan untuk menghasilkan energi dan bagian terakhir dari system ini (yaitu di kolon/usus besar) menyerap cairan dan membentuk limbah padat (tinja) yang kemudian dikeluarkan dari tubuh. Setelah makanan dikunyah dan ditelan, makanan berpindah ke perut. Sebagian makanan dipecah ke dalam bagian-bagian kecil untuk dikirim ke usus halus.

Usus halus adalah bagian terpanjang dari sistem pencernaan – sekitar 20 meter. Usus halus juga menguraikan makanan dan menyerap sebagian besar nutrisi. Usus halus berujung pada usus besar yang panjangnya sekitar 5 meter. Usus besar menyerap air dan nutrisi dari makanan dan juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan limbah (tinja).

Tinja ini selanjutnya bergerak dari usus besar ke dalam anus – 6 inci terakhir dari sistem pencernaan. Dari sana limbah keluar dari tubuh melalui lubang yang disebut anus.

Kanker usus besar dan kanker rektum memiliki banyak kesamaan. Kanker usus berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Sebagian besar kanker bermula sebagai polip usus. Polip adenoma ini dapat berkembang menjadi kanker. Mengangkat polip sedini mungkin dapat melindungi Anda dari kemungkinan terkena kanker.

Lebih dari 95% dari kanker usus besar dan rektum adalah adenokarsinoma. Kanker ini dimulai pada sel-sel yang melapisi bagian dalam usus besar dan rektum.

Penyebab Kanker Usus

Penyebab kanker usus hingga saat ini belum diketahui pasti. Namun ada beberapa faktor resiko yang meningkatkan terjadinya kanker usus, antara lain:

  1. Usia
    Usia adalah faktor utama yang mendukung terjadinya kanker usus besar. Apakah itu berarti bahwa usia menyebabkan kanker usus? Tidak secara langsung. Hanya saja menginjak usia usia 50 tahun atau lebih, satu dari empat orang memiliki polip yang memicu peningkatan risiko kanker.
  2. Alkohol
    Penelitian telah menunjukkan bahwa alkohol meningkatkan risiko kanker kolorektal. Jadi sebaiknya hindari minuman beralkohol atau makanan yang berisi kandungan alkohol.
  3. Diabetes
    Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Gastroenterology menemukan bahwa ketergantungan insulin berkontribusi terhadap perkembangan kanker usus besar. Secara umum, penderita diabetes 40% lebih mungkin mengembangkan kanker usus besar dibandingkan dengan orang yang tidak menderita diabetes.
  4. Makanan
    Makanan tinggi lemak dan kolesterol (terutama dari sumber hewan) dapat menyebabkan kanker usus besar. Makan makanan rendah serat juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus.
  5. Lingkungan
    Penelitian telah menunjukkan bahwa lingkungan dapat memainkan peran besar dalam perkembangan kanker usus besar. Di mana Anda tinggal, siapa di sekitar Anda, apa pekerjaan Anda, dan bahkan ketika Anda bekerja semua dapat mempengaruhi risiko terkena kanker usus besar.
  6. Genetika
    Para peneliti memperkirakan bahwa sekitar 25% dari kasus kanker usus besar memiliki semacam kaitan genetik. Contoh penyebab genetik yang paling umum dari kanker usus besar termasuk mutasi menuju FAP (familial adenomatosa poliposis) dan HNPCC (kanker kolorektal non-poliposis herediter).
  7. Radang usus
    Penyakit radang usus, sering ditandai dengan kondisi seperti ulcerative colitis dan penyakit Chron, yang dapat meningkatkan risiko mengembangkan kanker kolorektal. Secara umum, semakin lama seseorang memiliki penyakit radang usus, semakin besar kesempatannya terkena kanker kolorektal.
  8. Kurang olahraga
    Penelitian telah menunjukkan bahwa gaya hidup berkontribusi terhadap perkembangan kanker usus besar, termasuk kurangnya olahraga.

Gejala Kanker Usus Kanker kolorektal biasanya tidak menimbulkan gejala pada stadium awal.

Gejala biasanya baru timbul pada stadium lanjut.

Gejala-gejala kanker usus, yaitu:

  • Tinja berbentuk runcing(seperti pinsil)
  • Darah dalam tinja
  • Perubahan kebiasaan BAB (diare atau sembelit yang semakin intens).
  • Sakit perut
  • Sering kelelahan
  • penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab jelas

Bagaimana Kanker Usus Diketahui

Anda yang berusia 50 tahun keatas ataupun memiliki riwayat keluarga terkena kanker usus, sangat disarankan untuk melakukan SKRINING secara berkala mulai usia 50 tahun untuk deteksi dini kanker usus.

Mengapa ? Karena ketika polip pra-kanker dan kanker usus besar ditemukan dan diobati pada tahap awal, angka kesembuhan mendekati 100 persen. Kolonoskopi umumnya dianggap sebagai skrining dan diagnosa terbaik untuk kanker usus besar.

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah:

  • Kolonoskopi: teropong usus besar
  • Guaiac Fecal Occult Blood Test (‘gFOBT): untuk menemukan darah dalam tinja -gejala awal kanker usus, biasanya dilanjutkan dengan kolonoskopi
  • Enema barium: tablet barium dimasukkan ke dalam usus besar melalui anus kemudian dilakukan foto rontgen
  • Digital Rectal Examinations (DRE): colok dubur
  • Test penanda tumor CEA dan CA 19-9, yaitu melalui pengambilan sample darah untuk meneliti adanya peningkatan protein tertentu yang terkait dengan keberadaan kanker usus.

Tahapan Perkembangan Kanker Usus

  • Stadium 0 merupakan tahap ditemukannya sel-sel kanker hanya pada lapisan terdalam kolon atau rektum.
  • Stadium I merupakan tahapan dimana sel-sel kanker telah tumbuh ke dinding dalam kolon atau rektum, tetapi tapi belum tembus keluar.
  • Stadium II merupakan tahapan kanker yang mungkin telah menyerang jaringan di sekitarnya, tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium III merupakan tahapan dimana kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, tetapi belum menyebar ke bagian tubuh yang lain.
  • Stadium IV merupakan tahapan kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh yang lain, misalnya hati atau paru-paru.

Pengobatan Kanker Usus

Empat jenis utama pengobatan untuk kanker kolorektal adalah:

  1. Pembedahan
  2. Radioterapi
  3. Kemoterapi
  4. Target terapi

Tergantung pada tahap kanker anda, dua atau lebih jenis pengobatan dapat digunakan pada saat yang sama, atau dilakukan satu persatu.

Pembedahan untuk Kanker Usus

Pembedahan biasanya merupakan pengobatan utama untuk kanker usus stadium awal. Suatu Polipectomi adalah suatu metode yang biasa digunakan oleh dokter (ahli endoskopi) untuk mengangkat polip usus yang dianggap berbahaya (mengarah ke pra-kanker) pada saat dilakukannya kolonoskopi.

Bila sudah menjadi kanker, maka perlu dilakukan tindakan operasi yang disebut kolektomi atau reseksi segmental. Biasanya dokter akan mengangkat bagian usus yang terkena kanker (termasuk node getah bening didekatnya), dan kemudian menyambungkan kembali bagian usus yang tersisa.

Pada operasi ini, dokter mungkin menganggap perlu untuk membuat lumbang pembuangan tinja sementara (ostomi) di pinggang pasien untuk memberikan waktu ususnya sembuh.

Bedah laparoskopi kolostomi

- menggunakan tehnik yang lebih canggih yang tidak memerlukan sayatan panjang seperti pada operasi pembedahan biasa (open surgery). Beberapa manfaat dari metode ini adalah rasa sakit sesudah operasi jauh lebih berkurang dan pasien tidak perlu rawat inap terlalu lama di RS. Untuk jenis kanker dubur (rectum) stadium awal, dokter bisa melakukan pembedahan seperti eksisi local dan reseksi trans-anal local, dengan alat ditempatkan ke dalam anus, tanpa harus membuat sayatan pada kulit.

Pada kasus kanker usus dan kanker rectum tahap II dan III, mungkin memerlukan penanganan/pembedahan yang lebih serius, dengan salah satu metode ini:

- Reseksi Low Anterior: Metode ini dilakukan bila posisi kanker terletak diatas rectum dekat dengan perbatasan usus besar. Dokter bedah perlu membuat sayatan terbuka pada perut untuk mengangkat bagian yang terkena kanker (beserta kelenjar getah bening terinfeksi), tanpa mempengaruhi Anus.

Pada metode ini, pasien masih dapat BAB seperti biasa (melalui anus).

- Proctectomy dengan colo-anal anastomotosis: Bila letak kanker diantara bagian tengah dan 2/3 bawah dubur, maka seluruh rektum dan usus besar yang melekat pada anus perlu diangkat. Ini disebut anastomosis colo-anal (anastomosis berarti koneksi). Ini adalah operasi yang sulit untuk dilakukan. Untuk itu dokter akan membuat kantong pembuangan tinja sementara (ostomi) hingga ususnya sembuh. Operasi kedua diperlukan kemudian untuk menutup pembukaan ostomi.

- Reseksi Abdominoperineal (AP): bila kankernya berada pada bagian bawah rectum dekat dengan anus, maka ahli bedah perlu mengangkat juga anusnya. Akibatnya sebuah lubang pembuangan tinja (ostomi) permanent perlu dibuat untuk mengeluarkan tinja/kotoran dari tubuh pasien selanjutnya

- Eksenterasi panggul: Jika kanker rektum sudah menyebar ke organ terdekat, maka diperlukan suatu pembedahan radikal, yang mungkin melibatkan pengangkatan usus besar, anus ataupun kandung kemih/prostate/rahim yang terinfeksi. Suatu ostomi diperlukan untuk pembuangan tinja permanent. Jika kandung kemih diangkat, sebuah urostomy (pembuka untuk buangan air seni) juga diperlukan.

Efek samping Pembedahan.

Efek samping dari operasi tergantung pada banyak hal, seperti tingkat operasi dan kesehatan umum seseorang sebelum operasi. Rasa sakit sesudah operasi, umum dirasakan.

Efek lain yang mungkin timbul antara lain:

pendarahan, pembekuan darah di kaki, dan kerusakan organ terdekat selama operasi. Pada kasus yang jarang terjadi, sambungan usus bisa bocor dan menyebabkan infeksi.

Selain itu setelah operasi, kemungkinan bisa timbul jaringan parut pada bagian kulit yang dioperasi. Pembuatan ostomi ataupun urostomi juga kadang bisa menimbulkan rasa ganjil dan stress bagi pasien pada tahap awal. Untuk itu, diperlukan bimbingan dari paramedic Anda agar Anda bisa terbiasa menjalani kebiasaan BAB maupun berkemih yang baru. Pembedahan juga bisa berdampak pada kehidupan seksual Anda.

Beberapa efek samping yang mungkin timbul antara lain, tidak keluarnya air mani saat orgasme, gangguan ereksi pada pria, serta rasa sakit dan menurunnya gairah seksual pada wanita.

Radioterapi untuk Kanker Usus

Radioterapi dalam mengobati kanker usus terutama digunakan ketika sel-sel kankernya sudah menempel ke organ dalam atau ke lapisan dalam perut (abdomen). Dalam hal ini radioterapi digunakan setelah operasi pengangkatan untuk memastikan seluruh sel-sel kanker yang tersisa mati.

Radiasi jarang digunakan untuk mengobati kanker usus besar yang telah menyebar (metastasis). Untuk kanker rektum, radiasi sering diberikan baik sebelum atau setelah operasi untuk membantu mencegah kankernya kambuh.

Sebuah tehnik khusus radioterapi dapat dilakukan pada kasus kanker dubur dengan tumor kecil. Tehnik radio-surgery terapi ini memungkinkan pengangkatan tumor, tanpa perlu melakukan operasi pembedahan terbuka.

Brachytherapy (terapi radiasi internal):

Dalam metode ini, pelet kecil atau biji bahan radioaktif ditempatkan langsung ke kankernya dalam jangka pendek dengan tujuan mematikan kankernya tanpa merusak jaringan sehat disekitarnya.

Metode ini dilakukan untuk orang-orang yang karena satu dan lain hal tidak dapat menjalani operasi.

Kemoterapi untuk Kanker Usus

Kemoterapi (kemoterapi) melibatkan penggunaan obat-obatan melalui infus ke dalam aliran darah ataupun tablet minum untuk mematikan sel-sel kankernya. Kemo kadang digunakan sebelum operasi untuk mengecilkan kankernya, atau pada kasus kanker usus yang telah bermetastasis ke hati.

Target Terapi untuk Kanker Usus

Target terapi, kadang disebut sebagai smart drugs, yaitu hanya memfokuskan diri untuk mematikan sel-sel kankernya, sehingga tidak mengganggu sel-sel normal lainnya.

Contoh obat-obatan target terapi untuk kanker usus, adalah: bevacizumab (Avastin ®), panitumumab (vectibix), dan cetuximab (Erbitux). Obat ini merupakan antibodi monoclonal buatan (versi manusia) untuk menyerang kanker pada akar molekulnya.

Target terapi biasanya dilakukan bersamaan dengan kemoterapi untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.

Pencegahan Kanker Usus Tindakan terbaik yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker usus adalah dengan rajin mengkonsumsi serat (biji-bijian, buah-buahan dan sayuran).Hindari makanan yang berbahan pewarna, pengawet, alcohol dan rokok. Banyak minum air putih dan hindari stress.

Selain itu penting bagi Anda yang berusia diatas 50 tahun untuk rajin melakukan skrining kanker usus melalui teropong usus (Kolonoskopi) sebagai bagian dari periodic check up Anda.

Cara lainnya adalah pengobatan dengan Herbal yang aman dan berfungsi tidak hanya mengobati saja tapi mencegah, sehingga Obat Herbal tersebut memiliki fungsi ganda yang jelas aman untuk dikonsumsi tubuh sebagai proteksi dan penyembuhan. Obat Herbal Kanker Usus dapat menggunakan Kapsul Sarang Semut Papua Asli. Baca juga informasi Khasiat Sarang Semut Papua untuk Kanker.

Kembali Ke Alam (BACK TO NATURE) dengan Obat Herbal Papua

Kecenderungan kembali ke alam atau Back to Nature sudah berkembang luas di dunia barat sejak beberapa dasawarsa yang lalu, meliputi hampir semua bidang kehidupan termasuk Kesehatan (Pengobatan).
Pengobatan dengan menggunakan obat-obatan kimia cenderung ditinggalkan, karena berbagai penelitian ditemukan bahwa tidak semua obat kimia bersifat menyembuhkan bahkan tidak sedikit membawa dampak negative seperti merusak organ vital di dalam tubuh.
Bahan obat-obatan kimia merupakan senyawa ORGANIK dengan susunan senyawa karbon murni yang sesungguhnya tidak cocok untuk tubuh, sehingga pemakaian obat kimia sering dikeluhkan sebagai racun dan memicu timbulnya penyakit baru.
Dengan kenyataan diatas, pengobatan dengan herbal merupakan salah satu alternative yang baik karena bahan-bahan obat herbal berasal dari senyawa ORGANIS dan BERSIFAT KOMPLEKS sehingga cocok dengan tubuh yang bersifat organis dan komplek juga.
ALASAN MEMILIH HERBAL

  1. Herbal Relatif aman dari efek samping untuk di konsumsi dalam jangka waktu yang lama.
  2. Herbal berasal dari bahan alami sehingga tubuh lebih mudah untuk menerima, mencerna dan lebih mudah untuk dikeluarkan tubuh jika berlebih tanpa khawatir efek samping atau komplikasi di dalam tubuh.
  3. Herbal memiliki kemampuan memperbaiki keseluruhan sistim karena bekerja dalam lingkup sel dan molekur, artinya herbal bersifat alami dan berupa ekstrak galenik, gabungan dari berbagai kandungan organik tumbuhan obat, dan dari komposisi ramuan herbal bersifat Konstruktif, mematikan yang tidak diinginkan memperbaiki yang rusak meningkatkan fungsi dan peran serta meningkatkan kinerja secara umum.
  4. Herbal bekerja lebih lambat tetap bersifat stimulan sehingga harus di konsumsi secara rutin dan teratur, artinya herbal terdiri dari gabungan bahan bio-aktif yang bersifat konstruktif, maka peran dan khasiatnya tidak cepat dikarenakan harus selektif, tidak merusak yang sudah ada serta meningkatkan peran dan fungsi yang ada. Dengan demikian akan meningkatkan kemampuan tubuh didalam membentuk antibodi dan ketahanan terhadap berbagai penyakit.
  5. Herbal bisa membantu menyembuhkan beberapa penyakit sekaligus dan komplikasi yang menyertai penyakit tersebut karena merupakan gabungan seluruh bahan bio-aktif yang terdapat pada satu atau beberapa tanaman herbal.
  6. Herbal dapat meningkatkan dan memperbaiki ekspresi gen dalam tubuh sehingga hormon dan sistim imun tubuh akan bekerja lebih optimal.
  7. Herbal sangat efektif untuk membantu mengobati penyakit degenerative atau penyakit yang sulit disembuhkan seperti : Kanker, Tumor, Hipertensi, Diabetes, Stroke, Hepatitis, dan lain-lain.
  8. Herbal mempunyai sifat multikhasiat dan multifungsi sehingga harga menjadi lebih ekonomis dan praktis.
  9. Herbal membantu mengaktifkan kembali fungsi organ tubuh yang sudah rusak, artinya organ tubuh yang rusak dapat diaktifkan dengan cara mengkonsumsi herbal secara rutin dan teratur.
  10. Herbal dapat dikonsumsi secara berdampingan dengan obat kimia tanpa mengurangi khasiat dari salah satunya.

Demikian artikel ini ditulis untuk memberikan penjelasan secara lebih detail apa itu OBAT HERBAL, sehingga dapat dimengerti bagi orang awam yang ingin mengkonsumsinya secara aman dan terpecaya, beberapa obat herbal papua yang tersedia di websites tokosarangsemut.com adalah hampir semua berasal dari tanah Papua yang kaya akan sumber Alamnya, dan tentunya obat herbal yang kami jual sudah terdaftar dan mendapatkan sertifikasi resmi dari POM yang telah diteliti oleh beberapa pakar dan pusat penelitian LIPI serta telah diakui oleh beberapa testimonial konsumen yang telah berhasil sembuh dengan mengkomsumsi SARANG SEMUT, BUAH MERAH, GAMI, dan lain-lainnya.

Obat Herbal Papua tokosarangsemut.com

Untuk pemesanan bisa langsung menghubungi kami tokosarangsemut.com Hp : 081229038552 agen resmi yang bekerja sama dengan PT. PRIMA SOLUSI MEDIKA.

Manfaat Buah Merah Papua dan Pengujian kandungan

Minyak Buah MerahFakta bahwa secara testimonial Minyak Buah Merah banyak mengobati penduduk Papua dan stamina mereka tidak perlu diragukan lagi. Kemampuan mereka untuk dapat naik turun gunung dan menjelajahi hutan setiap hari menarik perhatian Drs I made budi untuk melakukan pengujian kandungan dari Minyak Buah Merah. Dan dari hasil riset ditemukanlah senyawa aktif dalam Minyak Buah Merah, sesuai tabel dibawah.

Dengan kandungan karoten, tokoferol dan betakaroten yang tinggi Minyak Buah merah sangat baik sebagai antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas pemicu timbulnya berbagai penyakit. Betakaroten berfungsi memperlambat penumpukan flek pada aliran darah arteri, dan tokoferol dapat menurunkan kolesterol jahat ( LDL ) dan meningkatkan HDL. Kandungan asam lemak yang tinggi terutama omega 3 dan 9 di dalam minyak buah merah sangat membantu proses penyembuhan berbagai penyakit dan dapat bersifat antibiotik dan antivirus dengan cara melemahkan dan meluruhkan membram lipida virus sehingga dapat menghambat dan menekan perkembangannya. Kandungan protein dengan asam lemak tak jenuh yang mudah dicerna dapat memperlancar metabolisme serta dapat meregenerasi sel-sel yang rusak dengan cepat.

Buah Merah telah teruji memiliki kemampuan sebagai anti iritasi/ infeksi, terbukti dengan eritema alias kemerahan pada kulit, eschar atau luka dan pembentukan udem atau pembengkakan dapat dihilangkan dengan pemberian Minyak Buah merah.karena kemampuannya juga sebagai anti inflamasi.

Mengkonsumsi minyak buah merah telah teruji tidak menimbulkan efek samping yang berarti selama diproses dengan cara yang benar dan murni, tidak dicampur dengan minyak jenuh (minyak goreng).

minyak buah merah

RISET ILMIAH MINYAK BUAH MERAH

Fakta bahwa secara testimonial Minyak Buah Merah banyak mengobati penduduk Papua dan stamina mereka tidak perlu diragukan lagi. Kemampuan mereka untuk dapat naik turun gunung dan menjelajahi hutan setiap hari menarik perhatian Drs I made budi untuk melakukan pengujian kandungan dari Minyak Buah Merah. Dan dari hasil riset ditemukanlah senyawa aktif dalam Minyak Buah Merah, sesuai tabel dibawah.

Manfaat Buah Merah, Khasiat Buah Merah

Dengan kandungan karoten, tokoferol dan betakaroten yang tinggi Minyak Buah merah sangat baik sebagai antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas pemicu timbulnya berbagai penyakit. Betakaroten berfungsi memperlambat penumpukan flek pada aliran darah arteri, dan tokoferol dapat menurunkan kolesterol jahat ( LDL ) dan meningkatkan HDL. Kandungan asam lemak yang tinggi terutama omega 3 dan 9 di dalam minyak buah merah sangat membantu proses penyembuhan berbagai penyakit dan dapat bersifat antibiotik dan antivirus dengan cara melemahkan dan meluruhkan membram lipida virus sehingga dapat menghambat dan menekan perkembangannya. Kandungan protein dengan asam lemak tak jenuh yang mudah dicerna dapat memperlancar metabolisme serta dapat meregenerasi sel-sel yang rusak dengan cepat.

Minyak buah merah telah teruji memiliki kemampuan sebagai anti iritasi/ infeksi, terbukti dengan eritema alias kemerahan pada kulit, eschar atau luka dan pembentukan udem atau pembengkakan dapat dihilangkan dengan pemberian Minyak Buah merah.karena kemampuannya juga sebagai anti inflamasi.

Mengkonsumsi minyak buah merah telah teruji tidak menimbulkan efek samping yang berarti selama diproses dengan cara yang benar dan murni, tidak dicampur dengan minyak jenuh (minyak goreng).

Kandungan Minyak buah merah

khasiat minyak buah merah
Anda bisa memesannya melalui kami dalam bentuk Minyak Buah Merah Softgel lengkapnya disini Minyak Buah Merah Softgel